Budaya dan Kearifan Dakwah (Materi 9)

 


    Adapun komunikasi lintas budaya adalah, komunikasi yang dilakukan untuk segala macam budaya. Sudah diketahui bahwa di dunia ini banyak sekali ragam budaya. Kita ambil contoh Indonesia saja. Di negri ini, ratusan macam budaya berbeda. Kebanyakan kegagalan berkomunikasi adalah akibat faktor ketidak pahaman akan budaya. Sementara itu Noise yang paling berpengaruh dalam proses komunikasi adalah budaya. Komunikasi lintas budaya mencoba untuk melakukan pendekatan pendekatan dengan berbagai cara, seperti psikologis, sosiologi, kritik budaya, dialog budaya dan lain lain. Di sini komunikasi lintas budaya mencoba untuk memberikan pemahaman bersama dan mencoba untuk mengerti akan keragaman budaya di Indonesia. Dari sini akan terbentuk suatu pengertian bersama akan adanya perbedaan budaya. Komunikasi lintas budaya mencoba untuk memahami akan keragaman tersebut. Sehingga benturan-benturan kebudayaan atau disintregasi social tidak akan terjadi (Mulyana, 2001. 12).

    Istilah kebudayaan dalam bahasa Indonesia secara etimologis berasal dari bahasa sanseketra budaya (bentuk jama’ dan budhi) yang berarti budi atau akal. Karena itu kebudayaan dimaknai sebagai sesuatu yang berkaitan dengan akal. Ada juga yang berpendapat bahwa kebudayaan berasal dari bentuk dasar budaya yang merupakan perkembangan dari istilah budi-daya yang berarti daya dari budi yang berupa cipta, rasa dan karsa.

Strategi Dakwah Antar Budaya

    Fenomena dan objek dakwah yang sangat beragam, maka beragam pula tantangan yang dihadapi oleh umat Islam di manapun dan kapanpun. Melihat beragamnya objek dakwah, maka beragam pula strategi dakwah yang dilakukan oleh da’i. Demikian juga budaya dari objek dakwah sangat beragam.

    Pengertian Dakwah Antar budaya Dakwah pada hakikatnya adalah upaya aktualisasi iman yang dimanifestasikan dalam suatu sistem kehidupan manusia beriman dalam bidang kemasyarakatan yang dilaksanakan secara teratur untuk mempengaruhi cara berpikir, merasa, bersikap dan berperilaku manusia pada dataran individual maupun sosiokultural dalam rangka mewujudkan ajaran Islam dalam semua segi kehidupan dengan menggunakan cara tertentu (Rozi, 2007. 34).

    Dakwah antar budaya merupakan proses dakwah yang mempertimbangkan keragaman budaya antar da’i (subjek dakwah) dan mad’u (objek dakwah), dan keragaman penyebab terjadinya gangguan interaksi pada tingkat antar budaya, agar pesan dakwah dapat tersampaikan, dengan tetap terpeliharanya situasi damai (Aripudin, 2012. 25).

    Dalam penyampaiannya, Dakwah Kultular sangat mengedepankan penanaman nilai, kesadaran, kepahaman ideologi dari sasaran dakwah. Dakwah kultular melibatkan kajian antara disiplin Ilmu dalam rangka meningkatkan serta memberdayakan masyarakat. Aktivitas dakwah kultural meliputi seluruh aspek kehidupan, baik yang menyangkut aspek sosial budaya, pendidikan, ekonomi, kesehatan, alam sekitar dan lain sebagainya. Keberhasilan dakwah kultural ditandai dengan teraktualisasikan dan terfungsikannya nilai-nilai islam dalam kehidupan pribadi, rumah tangga kelompok dan masyarakat. Alasan dakwah kultural harus dilakukan adalah:

1.      Betapa kuatnya kultural masyarakat kita

2.      Semakin berubahnya tatanan strategi dakwah tradisional.

3.      Semakin merebaknya permasalahan sosial kultural di masyarakat.

M. I’anur Rofi’ (B71219065)

Referensi:

Masykurotus. S. 2016. Budaya dan Kearifan Dakwah. Al-Balagh. Vol. 01. No. 01 Januari-Juni 2016.

Ashadi. C. 2018. Pengembangan Dakwah Melalui Gerakan Kebudayaan. Syi’ar. Vol. 18 No. 2 Juli-Desember 2018.

Komentar