Adapun komunikasi lintas budaya
adalah, komunikasi yang dilakukan untuk segala macam budaya. Sudah diketahui
bahwa di dunia ini banyak sekali ragam budaya. Kita ambil contoh Indonesia
saja. Di negri ini, ratusan macam budaya berbeda. Kebanyakan kegagalan
berkomunikasi adalah akibat faktor ketidak pahaman akan budaya. Sementara itu
Noise yang paling berpengaruh dalam proses komunikasi adalah budaya. Komunikasi
lintas budaya mencoba untuk melakukan pendekatan pendekatan dengan berbagai
cara, seperti psikologis, sosiologi, kritik budaya, dialog budaya dan lain
lain. Di sini komunikasi lintas budaya mencoba untuk memberikan pemahaman
bersama dan mencoba untuk mengerti akan keragaman budaya di Indonesia. Dari
sini akan terbentuk suatu pengertian bersama akan adanya perbedaan budaya.
Komunikasi lintas budaya mencoba untuk memahami akan keragaman tersebut.
Sehingga benturan-benturan kebudayaan atau disintregasi social tidak akan
terjadi (Mulyana, 2001. 12).
Istilah kebudayaan dalam bahasa
Indonesia secara etimologis berasal dari bahasa sanseketra budaya (bentuk jama’
dan budhi) yang berarti budi atau akal. Karena itu kebudayaan dimaknai sebagai
sesuatu yang berkaitan dengan akal. Ada juga yang berpendapat bahwa kebudayaan
berasal dari bentuk dasar budaya yang merupakan perkembangan dari istilah
budi-daya yang berarti daya dari budi yang berupa cipta, rasa dan karsa.
Strategi Dakwah Antar Budaya
Fenomena dan objek dakwah yang
sangat beragam, maka beragam pula tantangan yang dihadapi oleh umat Islam di
manapun dan kapanpun. Melihat beragamnya objek dakwah, maka beragam pula
strategi dakwah yang dilakukan oleh da’i. Demikian juga budaya dari objek dakwah
sangat beragam.
Pengertian Dakwah Antar budaya
Dakwah pada hakikatnya adalah upaya aktualisasi iman yang dimanifestasikan
dalam suatu sistem kehidupan manusia beriman dalam bidang kemasyarakatan yang
dilaksanakan secara teratur untuk mempengaruhi cara berpikir, merasa, bersikap
dan berperilaku manusia pada dataran individual maupun sosiokultural dalam
rangka mewujudkan ajaran Islam dalam semua segi kehidupan dengan menggunakan
cara tertentu (Rozi, 2007. 34).
Dakwah antar budaya merupakan
proses dakwah yang mempertimbangkan keragaman budaya antar da’i (subjek dakwah)
dan mad’u (objek dakwah), dan keragaman penyebab terjadinya gangguan interaksi
pada tingkat antar budaya, agar pesan dakwah dapat tersampaikan, dengan tetap
terpeliharanya situasi damai (Aripudin, 2012. 25).
Dalam penyampaiannya, Dakwah
Kultular sangat mengedepankan penanaman nilai, kesadaran, kepahaman ideologi
dari sasaran dakwah. Dakwah kultular melibatkan kajian antara disiplin Ilmu
dalam rangka meningkatkan serta memberdayakan masyarakat. Aktivitas dakwah
kultural meliputi seluruh aspek kehidupan, baik yang menyangkut aspek sosial
budaya, pendidikan, ekonomi, kesehatan, alam sekitar dan lain sebagainya.
Keberhasilan dakwah kultural ditandai dengan teraktualisasikan dan
terfungsikannya nilai-nilai islam dalam kehidupan pribadi, rumah tangga
kelompok dan masyarakat. Alasan dakwah kultural harus dilakukan adalah:
1. Betapa kuatnya kultural masyarakat kita
2. Semakin berubahnya tatanan strategi dakwah tradisional.
3. Semakin merebaknya permasalahan sosial kultural di masyarakat.
M. I’anur Rofi’ (B71219065)
Referensi:
Masykurotus. S. 2016. Budaya
dan Kearifan Dakwah. Al-Balagh. Vol. 01. No. 01 Januari-Juni 2016.
Ashadi. C. 2018. Pengembangan Dakwah Melalui Gerakan Kebudayaan. Syi’ar. Vol. 18 No. 2 Juli-Desember 2018.

Komentar
Posting Komentar