
Prof. Dr. H. Moh. Ali Aziz, M. Ag yang merupakan staff pengajar dan salah satu guru besar FDK UIN Sunan Ampel Surabaya
Sabtu, 23 November 2019 lalu kami mengadakan kuliah wada’ yang bertempat di Kun Yaquta Convention center. Jl. Siwalankerto Tengah 66 Surabaya. Kuliah wada’ merupakan kuliah perpisahan yang rutin dilaksanakan setiap akhir masa semester yang diadakan oleh beliau Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag dengan diikuti mahasiswa semester satu prodi KPI, BKI, ILKOM UIN Sunan Ampel. Beliau adalah seorang dosen dan Salah satu guru besar di UIN Sunan Ampel Surabaya. Beliau juga merupaka imam sholat tarawih di Afrika, Eropa dan merupakan penulis buku yang sudah dikenal diseluruh penjuru dunia. Beliau juga merupakan founder Pendalaman Terapi Sholat Bahagia.
Shalat merupakan ibadah yang sangat dicintai Allah, dialah amal yang merupakan salah satu dari rukun Islam. Ciri utama seorang mukmin sejati adalah menegakkan shalat wajib yang lima waktu dan ibadah tersebut dilakukan dengan keimanan karena mengharap ridha-Nya. Dan amalan mulia ini agar diterima di sisi Allah maka harus meneladani dan mencontoh bagaimana petunjuk Allah dan Rasul-Nya dalam melakukannya baik itu gerakan maupun bacaannya.
Pendalaman Terapi Sholat Bahagia adalah metode yang di ambil oleh penemunya yaitu Prof Ali Aziz. M, Ag untuk memperdalam ke khusyukan umat islam dalam menjalankan ibadah sholat. Jadi dalam PTSB ini merupakan metode bagaimana kita menjalankan ibadah sholat yang khusyuk bahkan bisa meneteskan air mata, karena sholat merupakan waktu yang pas untuk berdoa kepada Allah. Waktu berdoa yang dilakukan setelah sholat lebih afdhol jika dilakukan ketika sholat, karena pada waktu itu kita sedang menghadap Allah. Shalat yang dilakukan dengan benar dan ikhlas, akan membuat hati bahagia, jiwa damai, dan menghilangkah kegelisahan hidup. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh dalam mengerjakan shalat baik dalam keadaan lapang, maupun saat terhimpit suatu masalah. Sebelum hari itu kita diwajibkan menulis:
1. Menulis 10 orang yang paling berjasa dalam hidup kita.
2. Menulis 5 orang yang menjengkelkan/ menyakiti kita
3. Menulis 10 dosa yang pernah kita lakukan
4. Menulis 30 nikmat terbesar yang kita rasakan (sejak kecil hingga sekarang)
3. Menulis 10 dosa yang pernah kita lakukan
4. Menulis 30 nikmat terbesar yang kita rasakan (sejak kecil hingga sekarang)
5. Menulis 10 masalah yang paling mengganggu/ menyedihkan dalam perjalanan hidup kita ( ada yang bersifat rahasia dan ada yang tidak)
Tulisan itu harus dibawah dan disimpan. Kata beliau cukup kita dan Allah saja yang tau. Dengan bantuan daftar masalah dan harapan yang telah disiapkan itu , kita bisa sujud dan rukuk lebih lama dengan penuh penghayatan.
Langkah Pelaksanaan PTSB
Ada dua kata kunci dalam firman Allah di atas, yaitu khusyuk dan bahagia, bahwa pelaku shalat khusyuk dijamin hidup sukses dan bahagia. Setiap hari, kita diseru untuk sukses melalui azan, hayya ‘alas shalah, hayya alal falah (ayo shalat dan ayo bahagia). Kita disemangati terus menerus setiap hari untuk lebih berprestasi dan berbahagia (al falah) agar kita dapat memimpin dunia, bukan penonton atau orang yang terpuruk dan terpinggirkan. Shalat khusyuk adalah shalat yang menumbuhkan ketundukan kepada perintah Allah, kepasrahan dan perasaan senang terhadap apapun dan berapapun pemberian Allah. Bisakah kekhusyukan diperoleh tanpa memahami makna doa-doa shalat? Hampir mustahil. Oleh sebab itu, Anda harus memahami arti semua doa shalat, sekalipun hanya secara global, tidak arti kata perkata. Bagaimana mengatasi kesulitan pemahaman doa-doa shalat yang tertulis dalam teks Arab itu, terutama bagi pemula atau mualaf? Sangat mudah, jika diajarkan dengan keseimbangan otak kiri dan kanan.
Shalat adalah media penting untuk mendekatkan diri pada Allah Ta’ala, lebih-lebih saat sujud, ia akan merasa semakin dekat dengan Allah Ta’ala. Allah-lah tempat hamba mengadu, memohon pertolongan dan hati seorang mukmin akan tenteram ketika shalat. Oleh karena itu, kita diperintahkan Allah Ta’ala untuk memperbanyak doa dan permohonan kepada-Nya dengan shalat ketika jiwa kita diperintahkan Allah Ta’ala untuk memperbanyak doa dan permohonan kepada-Nya dengan shalat ketika jiwa kita galau, cemas, merasa gundah, dan mengalami berbagai kesulitan hidup yang menghimpit.
PTSB memberikan bimbingan dan praktek shalat agar Anda memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Semua masalah pasti bisa diselesaikan dengan shalat. Hapus kecemasan, raih sukses dan kebahagiaan. Wajah penuh bahagia adalah cermin syukur kepada Allah. Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal berkreasi, produktif dan membahagiakan oranglain. PTSB memberikan bimbingan untuk merubah mindset untuk ikhlas dan ridlo atas keputusn Allah, lebih percaya diri, optimis, tenang di tengah keluarga, dan kesembuhan dari beberapa penyakit setelah mengikuti PTSB. Tujuan utama shalat adalah kokohnya mindset T2Q (tawakal, tumakninah, dan qona’ah), sedangkan kesembuhan, rizki dan sebagainya hanya bonus semata, sekalipun semua itu sangat dibutuhkan. Anda sebaiknya menyiapkan Daftar Anugrah (DA), yaitu apa saja nikmat besar Allah yang telah Anda terima, agar pernyataan syukur Anda terfokus selama shalat. Anda perlu juga mencatat apa saja masalah hidup dan apa saja harapan anda. Dengan bantuan Daftar Masalah dan Harapan (DMH) yang telah disiapkan itu, Anda bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan penuh penghayatan.
Spesifikasi PTSB:
1. Al-Qur’an dan Hadits
Tulisan itu harus dibawah dan disimpan. Kata beliau cukup kita dan Allah saja yang tau. Dengan bantuan daftar masalah dan harapan yang telah disiapkan itu , kita bisa sujud dan rukuk lebih lama dengan penuh penghayatan.
Langkah Pelaksanaan PTSB
حَیِّ عَلَی الصَّلاة
(Hayya Ala al-Shalā)
Mari kita tunaikan Shalat
حَیِّ عَلَی الْفَلاحِ
(Hayya Ala al-Falāh)
Mari Kita Bahagia
Ada dua kata kunci dalam firman Allah di atas, yaitu khusyuk dan bahagia, bahwa pelaku shalat khusyuk dijamin hidup sukses dan bahagia. Setiap hari, kita diseru untuk sukses melalui azan, hayya ‘alas shalah, hayya alal falah (ayo shalat dan ayo bahagia). Kita disemangati terus menerus setiap hari untuk lebih berprestasi dan berbahagia (al falah) agar kita dapat memimpin dunia, bukan penonton atau orang yang terpuruk dan terpinggirkan. Shalat khusyuk adalah shalat yang menumbuhkan ketundukan kepada perintah Allah, kepasrahan dan perasaan senang terhadap apapun dan berapapun pemberian Allah. Bisakah kekhusyukan diperoleh tanpa memahami makna doa-doa shalat? Hampir mustahil. Oleh sebab itu, Anda harus memahami arti semua doa shalat, sekalipun hanya secara global, tidak arti kata perkata. Bagaimana mengatasi kesulitan pemahaman doa-doa shalat yang tertulis dalam teks Arab itu, terutama bagi pemula atau mualaf? Sangat mudah, jika diajarkan dengan keseimbangan otak kiri dan kanan.
Shalat adalah media penting untuk mendekatkan diri pada Allah Ta’ala, lebih-lebih saat sujud, ia akan merasa semakin dekat dengan Allah Ta’ala. Allah-lah tempat hamba mengadu, memohon pertolongan dan hati seorang mukmin akan tenteram ketika shalat. Oleh karena itu, kita diperintahkan Allah Ta’ala untuk memperbanyak doa dan permohonan kepada-Nya dengan shalat ketika jiwa kita diperintahkan Allah Ta’ala untuk memperbanyak doa dan permohonan kepada-Nya dengan shalat ketika jiwa kita galau, cemas, merasa gundah, dan mengalami berbagai kesulitan hidup yang menghimpit.
PTSB memberikan bimbingan dan praktek shalat agar Anda memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Semua masalah pasti bisa diselesaikan dengan shalat. Hapus kecemasan, raih sukses dan kebahagiaan. Wajah penuh bahagia adalah cermin syukur kepada Allah. Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal berkreasi, produktif dan membahagiakan oranglain. PTSB memberikan bimbingan untuk merubah mindset untuk ikhlas dan ridlo atas keputusn Allah, lebih percaya diri, optimis, tenang di tengah keluarga, dan kesembuhan dari beberapa penyakit setelah mengikuti PTSB. Tujuan utama shalat adalah kokohnya mindset T2Q (tawakal, tumakninah, dan qona’ah), sedangkan kesembuhan, rizki dan sebagainya hanya bonus semata, sekalipun semua itu sangat dibutuhkan. Anda sebaiknya menyiapkan Daftar Anugrah (DA), yaitu apa saja nikmat besar Allah yang telah Anda terima, agar pernyataan syukur Anda terfokus selama shalat. Anda perlu juga mencatat apa saja masalah hidup dan apa saja harapan anda. Dengan bantuan Daftar Masalah dan Harapan (DMH) yang telah disiapkan itu, Anda bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan penuh penghayatan.
Spesifikasi PTSB:
1. Al-Qur’an dan Hadits
2. Arabic Complement
3. Drive Spiritual Gravitation
4. Positive Thinking, Self-Confidence
Adapun shalawat adalah doa khusus untuk Nabi SAW. Tapi anda boleh mengaitkannya dengan masalah dan harapan anda.
Pedoman penyusunan Do’a, yaitu:
1. Ceritakan masalah Anda secara rinci dan focus.
2. Katakanlah Anda Ikhlas, ridlo dan tidak mengeluh atas masalah Anda.
3. Katakanlah anda yakin (3x) Allah pasti (3x) Maha Kuasa Menolong Anda.
4. Katakanlah Anda pasrah (3x) kepada Allah atas apapun keputusannya.
Gerakan PTSB juga mengajarkan kita bagaimana memahami fungsi dari setiap gerakan yang ada dalam sholat dan apa yang harus kita lakukan dalam setiap gerakan sholat tersebut, antara lain:
Kesimpulan yang dapat diambil yaitu, shalat ialah sebagai media penting untuk mendekatkan diri pada Allah Ta’ala, lebih-lebih saat sujud, ia akan merasa semakin dekat dengan Allah Ta’ala. Allah-lah tempat hamba mengadu, memohon pertolongan dan hati seorang mukmin akan tenteram ketika shalat. Oleh karena itu, kita diperintahkan Allah Ta’ala untuk memperbanyak doa dan permohonan kepada-Nya. Jiwa kita yang sedang galau, cemas, merasa gundah, mengalami berbagai kesulitan hidup yang menghimpit, segala kesedihan akan tergantikan dengan jiwa kebahagiaan jika kita melaksanakan shalat sesuai perintah Allah SWT. Dan dalam Pendalaman Terapi Sholat Bahagia ini lah merupakan momen untuk belajar lebih khusyuk dalm melaksanakan sholat.
Gerakan PTSB menyadarkan kami akan pentingnya sholat dalam kehidupan sehari-sehari dan membuat kami lebih memahami makna bacaan yang ada dalam sholat. Sebelum mengikuti PTSB saya memiliki suatu masalah yang dari dulu belum dapat saya tangani sendiri, antara lain: saya belum bisa mengatur atau memenage waktu yang baik, saya masih ragu dengan apa yang saya lakukan dan sering merasa gundah seketika. Hari-hari saya sering dilewati dengan perasaan yang sangat membosankan. Namun setelah saya mengkuti gerakan PTSB semua berubah setelah saya menerapkan nya dalam sholat. Awalnya saya merasa belum terbiasa dengan renungan dalam sholat yang selalu merenungkan semua permasalahan hidup dan berdoa. Saya lebih merasa nyaman dengan hari-hari saya.
Adapun shalawat adalah doa khusus untuk Nabi SAW. Tapi anda boleh mengaitkannya dengan masalah dan harapan anda.
Shalawat dan Doa
Oleh: Moh. Ali Aziz
Ya Rabbi sholli ‘ala Muhammad
Ya Rabbi sholli ‘alaihi wasallim
Wahai Allah kami bersholawat,
Dari Nabi kami harap syafa’at
Wahai pengampun segala dosa,
Ampuni kami dan orangtua
Wahai Allah, Yang Maha Kuasa
Berikan rahmat untuk orang tua
Ya Rahman Rahim Maha Pemurah,
Mudahkan kami ziarah ke Mekkah
Wahai Penyembuh semua penyakit,
Sembuhkan semua hamba-Mu
Yang sakit
Wahai Pengatur alam semesta,
Jadikan kami k’luarga bahagia
Ya Razzaq Allah Yang Maha Kaya,
Berikan kami rizki yang berkah
Wahai Pengendali langit dan bumi,
Gagalkan orang dhalim pada kami
Wahai Pengasih tiada batas
Kuatkan kami sabar dan ikhlas
Pedoman penyusunan Do’a, yaitu:
1. Ceritakan masalah Anda secara rinci dan focus.
2. Katakanlah Anda Ikhlas, ridlo dan tidak mengeluh atas masalah Anda.
3. Katakanlah anda yakin (3x) Allah pasti (3x) Maha Kuasa Menolong Anda.
4. Katakanlah Anda pasrah (3x) kepada Allah atas apapun keputusannya.
Gerakan PTSB juga mengajarkan kita bagaimana memahami fungsi dari setiap gerakan yang ada dalam sholat dan apa yang harus kita lakukan dalam setiap gerakan sholat tersebut, antara lain:
No |
Posisi |
Kata Kunci |
Makna |
1 |
Berdiri |
SUBHAN: (Syukur, Bimbingan, Ketahanan, Iman) |
Hal ini mengandung makna bahwa Berdiri adalah menandakan perilaku dhahirnya dan mengucapkan takbir menandakan perilaku batinnya. Dalam kehidupan kita memiliki urusan yang penting yaitu membesarkan Allah SWT bukan membesarkan diri sendiri. Tanda orang yang berdirinya benar dalam sholat akan memiliki pendirian yang sangat kuat kepada Allah SWT, sebaliknya orang yang berdirinya tidak benar dalam sholat akan mudah terpengaruh oleh bujuk rayu yang duniawi. |
2 |
Rukuk |
TURUT: (Tunduk, Menurut) |
Rukuk memberi makna agar kita selalu menjadi seorang hamba yang ta’at serta tawadhu’. Segala sesuatu hanyalah milik dan dari Allah SWT maka simpan baik-baik sikap sombong mu itu. |
3 |
I’tidal
| HADIR: (Hak pujian, Takdir) |
I’tidal memiliki makna bahwa yang mempunyai hak atas pujian hanyalah Allah SWT yang maha Agung dan yang menetapkan takdir setiap makhluk hanyalah Allah. Tidak ada satu makhluk pun yang mengetahui takdirnya kecuali Allah SWT. Takdir adalah rahasia Allah SWT dari pengetahuan semua makhluknya. |
4 |
Sujud |
MASJID: (Maaf, Sinar, Jiwa dan raga) |
Perilaku Lahir atau dhahirnya adalah sujud dan perilaku batinnya adalah membaca subhana rabbiyal 'alaa. Sujud bermakna sebagai bentuk rasa maaf atau memohon ampun atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat dan meminta apa yang kita inginkan. Pada saat sujud dan kepala tertunduk di bawah menunjukkan bahwa betapapun hebatnya kepala yang selalu di atas, harus tetap mengakui keagungan Allah SWT. Urusan Sujud adalah mengagungkan Allah SWT. Tanda sujud dalam sholat yang benar maka seluruh perangkat manusia lahir dan batin akan selalu aktif berfungsi untuk Allah SWT. |
5 |
Duduk Antara Dua Sujud |
AKSI:
(Ampunan, Kasih, Sejahtera, Iman)
|
Gerakan duduk diantara dia sujud bermakna mengevaluasi semua yang telah dilakukan. Ibaratnya, sujud ibarat proses pekerjakan yang dilakukan, duduk diantara dua sujud adalah hasil yang diperoleh. Duduk diantara dua sujud adalah kemampuan mengevaluasi diri dari tindakan yang telah dilakukan (sujud). |
6 |
Tasyahud |
SOSIAL:
(Sholawat, Persaksian, Tawakal)
|
Bermakna penutup atau hasil yang harus dimiliki oleh setiap orang yang menjalankan ibadah sholat. urusan duduk tahyat adalah urusan antara manusia dengan Allah SWT, between us and god. Pada saat duduk tahyat kita mengucapkan kalimah syahadah sebagai perwujudkan janji dengan Allah SWT. |
Kesimpulan yang dapat diambil yaitu, shalat ialah sebagai media penting untuk mendekatkan diri pada Allah Ta’ala, lebih-lebih saat sujud, ia akan merasa semakin dekat dengan Allah Ta’ala. Allah-lah tempat hamba mengadu, memohon pertolongan dan hati seorang mukmin akan tenteram ketika shalat. Oleh karena itu, kita diperintahkan Allah Ta’ala untuk memperbanyak doa dan permohonan kepada-Nya. Jiwa kita yang sedang galau, cemas, merasa gundah, mengalami berbagai kesulitan hidup yang menghimpit, segala kesedihan akan tergantikan dengan jiwa kebahagiaan jika kita melaksanakan shalat sesuai perintah Allah SWT. Dan dalam Pendalaman Terapi Sholat Bahagia ini lah merupakan momen untuk belajar lebih khusyuk dalm melaksanakan sholat.
Gerakan PTSB menyadarkan kami akan pentingnya sholat dalam kehidupan sehari-sehari dan membuat kami lebih memahami makna bacaan yang ada dalam sholat. Sebelum mengikuti PTSB saya memiliki suatu masalah yang dari dulu belum dapat saya tangani sendiri, antara lain: saya belum bisa mengatur atau memenage waktu yang baik, saya masih ragu dengan apa yang saya lakukan dan sering merasa gundah seketika. Hari-hari saya sering dilewati dengan perasaan yang sangat membosankan. Namun setelah saya mengkuti gerakan PTSB semua berubah setelah saya menerapkan nya dalam sholat. Awalnya saya merasa belum terbiasa dengan renungan dalam sholat yang selalu merenungkan semua permasalahan hidup dan berdoa. Saya lebih merasa nyaman dengan hari-hari saya.
Komentar
Posting Komentar