Dakwah dalam Kajian Pola Komunikasi Lintas Budaya (Materi 5)

 


        Pada hakikatnya komunikasi adalah proses pernyataan manusia, yang dinyatakan itu adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai alat penyalurnya. Dalam “bahasa” komunikasi pernyataan dinamakan pesan (message).32 Seperti halnya komunikasi lintas budaya juga merupakan proses komunikasi, yang membedakan hanyalah antara komunikator dan komunikan mempunyai latar belakang budaya yang berbeda.

Adapun pengertian komunikasi antarbudaya antara lain:

a.  Komunikasi antarbudaya adalah pernyataan diri antar pribadi yang paling efektif antara dua orang saling berbeda latar belakang.

b.  Komunikasi antarbudaya merupakan pertukaran pesan-pesan yang disampaikan secara lisan, tertulis, bahkan secara imajiner antara dua orang yang berbeda latar belakang budayanya.

c. Komunikasi antarbudaya adalah pengalihan informasi dari seseorang yang berkebudayaan tertentu kepada seorang yang berkebudayaan lain.

    Definisi komunikasi antarbudaya diatas menjelaskan sebuah proses komunikasi yang dilatarbelakangi budaya yang berbeda. Keberhasilan proses komunikasi tentu saja tidak bisa lepas dari unsur-unsur komunikasi antarbudaya. Seperti halnya proses komunikasi yang mempunyai unsur-unsur dalam komunikasi.

Dakwah Lintas Budaya

    Dakwah lintas budaya merupakan sebuah proses dakwah yang mempertimbangkan keragaman budaya antara da’i dan mad’u. Dalam dakwah lintas budaya, keragaman merupakan tantangan bagi da’i supaya mampu meramu pesan-pesan dakwah yang lebih bijaksana dengan mempertimbangkan kondisi positif budaya mad’u termasuk memperhatikan media dan metode yang dianggap bisa mendekatkan antara da’i dan mad’u. Perbedaan bahasa, budaya, dan lingkungan tempat tinggal bisa menjadi permasalahan yang signifikan dalam proses dakwah.

    Dakwah dalam tataran normatif dan praktis, tidak dapat terlepas dari proses komunikasi sebab keberhasilan seorang da‟i tidak bisa lepas dari kemampuannya dalam mengkomunikasikan ajaran– ajaran Islam kepada masyarakat.

    Melalui dakwah lintas budaya menjadikan Islam lebih fleksibel dan mudah diterima di semua lapisan masyarakat, meskipun berbeda sosio-kultural, maupun norma. Metode dakwah yang tidak menghapus budaya atau tradisi lama, menjadikan diterimanya ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat majemuk. Untuk mencapai semua itu, seorang da‟i harus mempunyai planning atau rencana yang disebut dengan strategi. Strategi dalam dakwah lintas budaya harus dirancang dengan matang sehingga tujuan dakwah bisa tercapai. Hal ini harus dengan mempertimbangkan baik dari segi materi dakwah, maupun metodenya.

M. I’anur Rofi’ (B71219065)

Komentar