Penebangan hutan ilegal atau biasa
disebut Illegal Logging merupakan kegiatan penebangan pohon,
pengangkutan dan penjualan kayu dihutan yang dilakukan tanpa izin khusus dari
otoritas terkait. Bank Dunia mencatat sejak tahun 1985 hingga 1997, Indonesia sendiri
kehilangan lebih dari 1,5 juta hektare dan diperkirakan masih ada 20 juta hutan
produksi yang masih tersisa di Indonesia akibat pembalakan hutan. Sementara itu,
lembaga penelitian Greenpeace mencatat pada tahun 2004 sebanyak 3,8 Jjuta
hektare hutan di Indonesia mengalami kerusakan yang sebagian besar dilakukan oleh
aktivitas Illegal logging.
Illegal logging memberikan dampak negatif terhadap kelestarian dan kehancuran ekosistem
di Indonesia, diantaranya. Pertama, lokasi yang dijadikan illegal logging akan
rawan dilanda banjir dan tanah longsor. Kedua, kualitas air air akan menurun
bahkan sejumlah mata air akan hilang, karena pohon yang menjadi tempat
penyimpanan mata air akan habis dan mengakibatkan masyarakat kekurangan air
bersih dan air untuk irigasi. Ketiga, kesuburan lapisan tanah yang terjadi
illegal loging akan berkurang, hal ini dikarenakan lapisan tanah yang subur
akan terbawa arus banjir. Keempat, musnahnya ekosistem flora dan fauna. Karena
habitat mereka habis di babat pembalak liar.
Illegal logging juga memberikan
kerugian baik dari segi materil maupun dari segi immateriil dalam berbagai
sektor, diantaranya seperti: erosi, timbulnya konflik masyarakat, devaluasi
harga kayu, berkurangnya pendapatan negara dari sektor kehutanan. Selain itu, dampak
paling kompleks yang bisa kita rasakan adalah global warming yang bisa
mengancam dunia.
Biasanya, para pelaku illegal loging
biasanya berafiliasi dengan para jaringan pelaku lain. Mereka beraksi dengan
cara menggunakan chain saw atau gergaji mesin dan menggunakan motor roda
dua yang telah dimodifikasi sedemikian rupa, mereka melancarkan aksinya
tersebut pada malam hari.
Pembalakan liar di hutan menimbulkan
anomali pada sektor kehutanan, situasi terburuknya adalah ancaman proses deindustrialisasi
di sektor kehutanan. Hal ini berarti sektor kehutanan yang memiliki konsep yang
berkelanjutan dan karena memiliki sumber
daya yang bersifat terbarukan, menjadi terbatas karena adanya pembalakan liar
tersebut.
Dengan ini mari kita sama-sama menjaga
hutan, bagaimanapun hutan memiliki peran penting dalam kehidupan kita, salah
satunya adalah sebagai paru-paru dunia. Hal ini dikarenakan hutan memiliki tumbuhan
yang beraneka ragam dan menghasilkan oksigen yang bermanfaat bagi kelangsungan
makhluk hidup.

Komentar
Posting Komentar