Dampak Buruk Illegal Logging di Kawasan Hutan Indonesia

sumber: pixabay
 

Penebangan hutan ilegal atau biasa disebut Illegal Logging merupakan kegiatan penebangan pohon, pengangkutan dan penjualan kayu dihutan yang dilakukan tanpa izin khusus dari otoritas terkait. Bank Dunia mencatat sejak tahun 1985 hingga 1997, Indonesia sendiri kehilangan lebih dari 1,5 juta hektare dan diperkirakan masih ada 20 juta hutan produksi yang masih tersisa di Indonesia akibat pembalakan hutan. Sementara itu, lembaga penelitian Greenpeace mencatat pada tahun 2004 sebanyak 3,8 Jjuta hektare hutan di Indonesia mengalami kerusakan yang sebagian besar dilakukan oleh aktivitas Illegal logging.

Illegal logging memberikan dampak negatif terhadap kelestarian dan kehancuran ekosistem di Indonesia, diantaranya. Pertama, lokasi yang dijadikan illegal logging akan rawan dilanda banjir dan tanah longsor. Kedua, kualitas air air akan menurun bahkan sejumlah mata air akan hilang, karena pohon yang menjadi tempat penyimpanan mata air akan habis dan mengakibatkan masyarakat kekurangan air bersih dan air untuk irigasi. Ketiga, kesuburan lapisan tanah yang terjadi illegal loging akan berkurang, hal ini dikarenakan lapisan tanah yang subur akan terbawa arus banjir. Keempat, musnahnya ekosistem flora dan fauna. Karena habitat mereka habis di babat pembalak liar.

Illegal logging juga memberikan kerugian baik dari segi materil maupun dari segi immateriil dalam berbagai sektor, diantaranya seperti: erosi, timbulnya konflik masyarakat, devaluasi harga kayu, berkurangnya pendapatan negara dari sektor kehutanan. Selain itu, dampak paling kompleks yang bisa kita rasakan adalah global warming yang bisa mengancam dunia.

Biasanya, para pelaku illegal loging biasanya berafiliasi dengan para jaringan pelaku lain. Mereka beraksi dengan cara menggunakan chain saw atau gergaji mesin dan menggunakan motor roda dua yang telah dimodifikasi sedemikian rupa, mereka melancarkan aksinya tersebut pada malam hari.

Pembalakan liar di hutan menimbulkan anomali pada sektor kehutanan, situasi terburuknya adalah ancaman proses deindustrialisasi di sektor kehutanan. Hal ini berarti sektor kehutanan yang memiliki konsep yang berkelanjutan dan karena  memiliki sumber daya yang bersifat terbarukan, menjadi terbatas karena adanya pembalakan liar tersebut.

Dengan ini mari kita sama-sama menjaga hutan, bagaimanapun hutan memiliki peran penting dalam kehidupan kita, salah satunya adalah sebagai paru-paru dunia. Hal ini dikarenakan hutan memiliki tumbuhan yang beraneka ragam dan menghasilkan oksigen yang bermanfaat bagi kelangsungan makhluk hidup.

Komentar